Tips

Kawat Gigi

Memperbaiki Posisi Gigi


Gigi “berantakan” yang seringkali membuat Anda merasa rendah diri atau malu, sebenarnya bukan masalah lagi. Karena, dengan pemakaian kawat gigi yang tepat, bukan mustahil gigi Anda akan berderet secara teratur.

Sebenarnya, perawatan dengan kawat gigi lebih dikenal dengan istilah ortodonsi. Perawatan ortodonsi ini biasanya dikerjakan oleh dokter gigi yang telah mengikuti jenjang pendidikan tambahan atau keahlian yang khusus yang dikenal dengan sebutan ortodontis.

Hingga kini banyak kelainan di dalam mulut yang memerlukan perawatan ortodonsi. Ada kelainan yang “mengganggu” wajah, sehingga profil atau penampilan wajah seseorang menjadi kurang menarik. Misalnya, giginya tonggos (gigi pada rahang atas menonjol keluar) dan “cameh” (gigi pada rahang bawah yang menonjol keluar).

Bisa Lepasan, Bisa Cekat

Perawatan ortodonsi yang telah lama dikenal adalah pemakaian alat ortodonsi lepasan, yaitu dapat dilepas atau dibuka sendiri oleh si pemakai. Namun, seiring dengan berkembangnya ilmu dan teknologi kedokteran gigi, alat ortodonsi cekat yang dipakai secara terus-menerus sampai perawatan selesailah yang paling populer pada saat ini.

Umumnya, perawatan dengan alat cekat mempergunakan cincin (band) yang dipasang pada gigi geraham dengan bahan perekat (semen). Lalu, terdapat pula “braket” yang menempel pada gigi-gigi yang akan diperbaiki, dan kawat gigi yang secara periodik akan diganti, sehingga memungkinkan terjadinya pergerakan letak posisi yang diinginkan.

Kapan Mulainya?

Secara umum, perawatan ortodonsi tidak mengenal batasan usia. Begitu terlihat ada kelainan letak dan susunan gigi, sebaiknya perawatan segera dilakukan. Akan lebih baik lagi bila perawatan dilakukan sedini mungkin.

Jangan lupa perawatan Pasca

Lamanya perwatan ortodonsi cekat biasanya berlangsung selama 2 tahun dengan syarat keadaan gigi dan jaringan sekitar dalam kondisi sehat. Selama perawatan ortodonsi, biasanya setiap sebulan sekali akan dikontrol kondisi kawat gigi si pasien. Pada saat control tersebut, ortodonsi akan meriksa kemajuan pergerakat gigi dan melihat kemungkinan adanya kerusakan atau lepasnya alat cekat tersebut. Umumnya, akan dilakukan penggantian kawat atau pemasangan karet penarik untuk mengkondisikan tekanan pada gigi yang akan digeser atau ditarik.

Selama pemakaina alat ortodonsi ini, tidak ada pantangan khusus. Misalnya, anak bebas makan apa pun, sehingga pertumbuhan dan perkembangan fisiknya tidak akan terganggu. Akan tetapi, akan lebih baik lagi bila ia juga menghindari makanan yang lengket, mudah melekat seperti dodol, permen karet, dan sebagainya. Jenis makanan ini bisa mengganggu proses pergerakan gigi.

Yang penting diingat adalah kebersihan dan kesehatan gigi harus tetap terjaga.

Tidak harus selamanya

Setelah gigi-geligi menempati posisi yang diinginkan, dapat dikatakan bahwa masa perawatan aktif telah selesai. Selanjutnya gigi pada kedudukannya yang baru tersebut harus dipertahankan dengan cara menggunakan alat lepasan (retainer). Alat ini bisa berupa lepasan ataupun yang sifatnya cekat.

Jadi, sampai kapan pasien harus memakai alat lepasan ini?

Semua ini tergantung pada si pasien sendiri. Bila ia selalu menjaga kesehatan mulutnya, seperti tidak makan makanan yang keras, kebiasaan ini akan memungkinkan terjadinya pergerakan gigi. Kalau sudah begini, ia boleh melepaskan alat tersebut.