Di persimpangan cinta dan persahabatan

Ketika itu sabtu yang cerah seperti biasa menyelimuti perasaan Dika yang memang sudah penat dengan suasana kampus dan semua yang berhubungan dengannya. Seperti biasa Dika memanfaatkan waktunya di lab untuk berselancar di dunia maya, saat itu dia sedang membuka Facebook yang kebetulan sudah lama tidak di cek. Kira-kira baru setahun Dika aktif di Facebook tapi ternyata dia sadar bahwa friendlist baru dipenuhi orang-orang yang notabene belum dikenal secara fisik, dia baru sadar kalau di friendlist nya belum dipenuhi teman-teman lamanya khususnya teman di SMA. Akhirnya, satu per satu dia meng-add teman-teman lamanya. Di Tab lain pada Mozilla-nya, Ari sahabatnya mengajak untuk menggagas reuni SMA dengan menulis di wall facebook Dika.

“Cuy, kita bikin reunian yuk udah lama nie nggak ketemu anak-anak, untuk kepanitian entar kita omongin sama anak-anak deh yang penting kita ketemuan dulu”

“Gw cih udah contact-contactan sama Nia tentang teknisnya gimana, gimana klo kita ketemuan nanti sore di Boqer??” begitu isi wall Ari.

Lalu Dika membalas “OK, lo atur aja soal kepanitiaan entar kita omongin lagi.”

“Hmm kira-kira jam 4 lewat  gw ke Boqer coz gw masih ada kuliah sampe jam 2” balas Dika di wall Ari.

Setelah kira-kira jam 3 sore Dika selesai kuliah dan langsung menuju Boqer untuk menemui Ari yang kebetulan saat itu ditemani Nia. Dika terkejut karena dia mengenal Nia di SMA hanya sebatas tau saja dan Nia itu adalah pacar dari teman sekelasnya Dani dan Dika sangat tau bagaimana mesranya Nia dan Dani di waktu SMA dulu. Yang lebih mengejutkan lagi ternyata Nia itu adalah sobat terdekat dari orang yang sangat disukai oleh Dika yaitu Ika. Sontak saja Dika merasa dibangkitkan lagi masa-masa di SMA yang dulu pernah menorehkan kenangan yang pahit maupun manis bagi dirinya.

Jam menunjukkan pukul 16.00, Dika pun sampai di XXI dan sudah ditunggu oleh Ari dan Nia di depan gerbang. Tanpa berlama-lama Dika langsung menyalami Ari sahabatnya begitu erat karena memang sudah tidak bertemu lumayan lama karena kesibukan kuliah masing-masing dan tidak lupa menyalami Nia yang dulu tidak dikenal dengan baik oleh Dika tiba-tiba memberikan kesan yang baik kepada dirinya.

Nia pun mengajak Ari dan Dika untuk belanja makanan untuk di bioskop nanti dan berkata “Belanja yuk, ntar kelaparan lagi di studio, hahaha..”

Tapi berhubung Ari ingin ke toilet akhirnya hanya Nia dan Dika berdua menuju supermarket yang letaknya satu lantai di bawah Bioskop. Sepanjang perjalanan mereka menanyakan kabar masing-masing, dimulai dengan Dika bertanya pada Nia.

“Apa kabar nih kemana aja nggak pernah kelihatan?”

Dan Nia pun menjawab “Gw ada aja kok, Dika tuh yg kemana aja kata si Ari Dika susah banget diajak ngumpul.”

Lalu Dika mengalihkan pertanyaan ke Nia  “Hmmm denger-denger katanya Nia udah putus ya sama Dani??”

“Emang bener??”

Nia menjawab ”Iya Dik emang gw dah putus sama dia sekitar 3 bulan yang lalu.”

Dika bertanya lagi “Loh, kok bisa cih?? Padahal kan Dika lihat Nia dan Dani kayaknya cocok banget. Udah gitu Nia sama Dani kan bukan setahun dua tahun pacaran, dari SMA sampai Kuliah malahan, eh kok sekarang dah putus sih??”

Nia menjawab lagi ”tau lah dik, bukan jodoh kali” Jawab Nia dengan perasaan kecewa.

Nia berkata lagi “udah ah dik jangan dibahas lagi mending ngomongin yg lain aja, oya Ika katanya mau ikut gabung kita juga neh”.

Dan tanpa sepengetahuan Dika ternyata Nia juga mengajak Ika untuk bergabung karena Nia dan Ika adalah sahabat semenjak di SMA sampai sekarang, mendengar bahwa Ika akan ikut juga nonton bareng sebelum diskusi tentang reuni langsung saja Dika menyeringitkan dahinya seolah tak percaya bahwa “Love Wanna Be” nya akan bertemu dengannya setelah sekian lama berpisah.

Jam menunjukkan pukul 16.15 akhirnya Ika sampai juga di XXI, Dika lalu bersalaman dengan Ika dan dalam hatinya berkata “ternyata dia nggak berubah, masih cantik”, memori itu semakin menusuk perasaan itu dan Dika pun sempat terdiam sesaat melihat kenyataan bahwa Ika ternyata sudah memiliki pasangan dan kabarnya akan menikah.

15 menit berlalu akhirnya mereka berempat masuk ke studio 1 untuk menonton film, posisi duduk mereka kebetulan berpasangan jadi seolah-olah sudah saling berpasangan.

Sepanjang film mereka selalu berinterkasi dengan sesekali bercanda. Waktu berlalu dan menunjukkan pukul 18.15 akhirnya film itu selesai, dan mereka pun segera keluar dan di sela-sela perjalanan Ika berkata “Dika apa kabar?? Jarang keliatan.”

Lalu Dika menjawab “Ooohhhh, kenapa??” Dika menjawab dengan bingung karena selalu memandangi Ika sepanjang perjalanan.

Tibtiba Ari berkata “woy, bengong aja lo ditanyain tuh ma Ika kabar lo gimana??”

Dika langsung bereaksi dan berkata kepada Ika “Oh, gw baik-baik aja kok dan masih kaya  dulu nggak ada yg berubah, hmm Ika sendiri gimana??”

Ika menjawab “sama kok baik-baik aja”.

Di sepanjang sudut mal mereka berjalan sambil melihat-lihat barang-baranf yang terpajang di sekitar mal tersebut. Ika dan Nia berjalan berdua sedangkan Ari dan Dika berjalan di belakang mereka seolah-olah mereka adalah pacar Ika dan Nia.

Dan setelah hampir 10 menit berjalan di semua sudut mal akhirnya Ika berpamitan untuk pulang karena pacarnya menelepon dan sudah menunggu di parkiran mobil mal. Akhirnya Ari, Dika, dan Nia mengantarkan Ika ke parkiran mobil untuk menemui pacarnya. Ika pun berpamitan kepada mereka bertiga dan setelah itu mereka bertiga kembali masuk ke mal untuk membicarakan tentang reuni yang akan digagas.

Akhirnya mereka bertiga bergegas menuju sebuah kafe untuk diskusi tentang reuni tersebut sambil ditemani segelas minuman dingin dan kudapan.

Perbincangan antara ketiganya berjalan menarik karena pertemuan itu adalah pertama kalinya sejak berpisah dari SMA, sesekali mereka curhat mengenai kehidupan pribadi mereka dan masing-masing mendengarkan sehingga tanpa terasa satu jam telah berlalu berlalu.

Dika dengan tanpa sadar melihat Nia berbeda dari biasanya dan sepertinya ada perasaan suka tapi dia tidak buru-buru menyatakannya karena dia juga tau jika Nia baru putus dari pacarnya yang notabene teman sekelasnya di waktu SMA.

Setelah melakukan perbincangan sekitar 1 jam akhirnya kepanitiaan dibentuk dengan Ari sebagai ketuanya, Dika sebagai Seksi Acara dan Publikasi, dan Nia sebagai Bendahara. Waktu menunjukkan pukul 19.40 tiba-tiba timbul ide dari ketiganya untuk kembali menonton film dan tanpa basa-basi mereka langsung memesan tiket yang kebetulan filmnya akan segera ditayangkan pukul 19.50, pada saat kedua kalinya menonton Nia diapit oleh Dika dan Ari dan ketiganya bahkan lebih intim dan tanpa rasa malu saling melemparkan candaan karena merasa sudah dekat dan suasana memang sudah cair.

Pukul 21.45 akhirnya mereka keluar dari XXI dan segera menuju pulang ke rumah. Nia dan Dika bersama di satu motor karena Nia tidak membawa kendaraan, sedangkan Ari sendiri mengikuti di belakangnya.

Akhirnya malam itu gerimis dan untungnya sudah mendekati rumah Nia yang jaraknya tidak terlalu jauh dengan mal.

Sampai juga di depan rumah Nia dan dia berkata “Sorry ya dah ngerepotin, kalian ga mampir dulu??”

Ari dan Dika menjawab ”terima kasih deh, nggak baik bertamu malam-malam, lagian sebentar lagi hujan, jadi kami harus buru-buru.”

Nia kembali menjawab “Ohh gitu ya, kalau begitu makasih ya buat hari ini, gw seneng banget hari ini bisa ketemuan dan jalan-jalan bareng temen-teman lama gw. Hati-hati ya di jalan.”

Lalu Ari dan Dika memacu kendaraannya masing-masing bergegas pulang.

Pukul 23.05 Dika sampai di rumah dan tiba-tiba dia menerima SMS dan betapa terkejut dan bahagianya dia bahwa yang mengirimnya adalah Nia.

Bunyi sms itu “Hei Dik, dah nyampe blum?? Sorry ya padahal tadi kalian mampir aja dulu minum teh atau ngopi. Btw, thanks ya buat hari ini gw nggak akan ngelupakan ini.”

Dika me-reply sms dari Nia dengan isi sms “Alhamdulillah dah nyampe dan nggak kehujanan. Ooh, tidak apa-apa kok lagian kan tadi gw dah bilang kalau bertamu malam-malam itu nggak baik, udah begitu udah mau hujan lagi, jadi mending kita buru-buru saja. Oh ya sama-sama gw juga makasih banget buat hari ini”.

Disinilah kisah ini berawal.

Dika diam-diam secara tidak sadar menyukai Nia yang dulu di SMA tidak dikenalnya secara fisik hanya sebatas tau saja, tetapi sekarang seiring kesendirian Nia maka Dika bisa lebih intens melakukan komunikasi dengannya.

Minggu 2 Juli 2009, waktu menunjukkan pukul 7 Dika mengirim pesan ke Nia “Hei,bangun donk…hehehe, pa kabar nie?? Hmm hari ini ada rencana kemana??”

Setengah jam berlalu Nia membalas sms dari Dika “masih ngantuk nie, hehehehe hhmm kayaknya hari ini di rumah aja”.

Hari demi hari hubungan mereka berdua semakin dekat tapi sekali lagi Dika belum berani mengungkapkannya kepada Nia bahwa dia menyukainya, saling berbalas sms maupun wall-wall di facebook sering mereka lakukan bahkan setelah berjalan cukup lama Dika merasa sudah sangat dekat dan tidak ragu memanggil Nia bukan kamu atau lo lagi tetapi sudah memanggil memakai namanya.

Banyak hal yang Dika lakukan sebagai bentuk perhatiannya kepada Nia seperti membuat video slide yang berisi foto-foto Nia yang di downloadnya dari facebook milik Nia, lalu memberikan bantuan sebisa mungkin kepada Nia kebanyakan mengenai komputer karena Dika memang bisa dibilang tahu banyak tentang komputer.

Dari mulai mencarikan lagu-lagu, instalasi software sampai mencarikan request ayah Nia yang minta dicarikan lagu daerah Jogja. Semua itu dilakukan Dika sebatas ingin memberikan kesan yang baik kepada Nia.

Akhirnya pada sutau ketika Nia minta diantar ke rumah temannya dan kebetulan Dika sedang tidak ada kelas dan akhirnya Nia menghubungi Dika “Dik, bisa anterin gw nggka ke rumah temen gw??”

Dan Dika pun menjawab “ohh, bisa emangnya mau kemana?oya Nia sekarang dimana??”

Nia menjawab ”gw di rumah dik, bisa jemput nggak coz motor lagi dipake bokap”

Lalu Dika menjawab lagi ”ok, tunggu ya setengah jam lagi Dika sampe kok ke rumah Nia, tunggu ya!!”.

Selain bermaksud mengantar Nia ternyata diam-diam Dika telah menyiapkan CD yang berisi video slide yang dia buat untuk Nia dan memberikan kado kecil karena adik Nia sedang berulang tahun.

Setelah pergi ke rumah temannya dan mengobrol sebentar di kafe, pulanglah mereka berdua ke rumah Nia dan di tengah perjalanan Nia berujar ”makasih ya dik, untung ada lo…”

Dika menjawab “ah biasa aja kali, lagi kebetulan aja nggak ada kuliah.”

Sesampainya di rumah Nia mengajak untuk mampir sebentar, tetapi Dika menolak secara halus dan beralasan bahwa dia masih ada pekerjaan. Tapi sebelum memasuki rumah, Dika menghampiri Nia dan berkata “oya, nie buat Nia, yang ini buat adenya ya”

Dika memberi CD yang dibungkus sedemikian rupa dan bungkus kado kecil untuk adik Nia.

Lalu Nia bertanya “apa ini dik?? Ngerepotin ahh”

Dika menjawab “ahh nggak apa-apa kok, Cuma iseng-iseng aja, entar aja ya dibukanya.”

Dika pun bergegas pulang dan berharap Nia membuka CD itu dan memutarnya agar Nia bisa tahu kalau Dika menyayangi dia. Di dalam video slide itu, Dika memberikan sajian berupa foto-foto Nia dan diselingi ungkapan-ungkapan cinta yang bernada kasih sayang dan cinta.

Berharap mendapat respon tentang video itu, sampai malam tiba Dika belum mendapat respon itu. Karena tidak sabar, Dika langsung menanyakan tanggapan Nia tentang video yang telah dibuatnya.

”Gimana, udah ditonton videonya??”

Nia membalas ”oh, udah kok bagus banget videonya gw suka banget.”

Mungkin karena Nia sudah tau maksud dari Dika maka secara halus Nia berkata “Dik, gw makasih banget lo dah bikinin itu buat gw dan gw seneng banget punya sahabat baik kaya lo, hmm sebenernya aga susah sih ngomongnya tapi gw lebih seneng lo jadi sahabat gw dan gw nggak mau kehilangan sahabat baik kaya lo.”

Lalu Dika dengan perasaan yang mengahru biru menjawab “ohh, gw ngerti kok gpp lagi nyantai aja”.

Hari berlalu, pertemuan Dika dengan Nia mulai berkurang. Nia merasa bahwa ada yang berubah semenjak dia memberikan pernyataan itu kepada Dika.

Tapi Nia berbaik sangka dulu mungkin Dika sedang sibuk atau apa lah.

Seminggu kemudian akan ada pertemuan panitia reuni Ari dan Dika pergi ke sekolah dan di sekolah, Nia menunggu sendirian. Akhirnya tiba pada pembicaraan seputar reuni seperti biasanya Dika berusaha bersikap seperti ketika bertemu Nia pertama kali walaupun sebenarnya secara tidak langsung dia ditolak oleh Nia.

Ada suatu pemandangan yang cukup mengherankan Dika yaitu Nia dan Ari terlihat seperti akrab dan hampir tiada sekat di antara mereka, Dika mulai curiga kepada Ari. Pertemuan itupun menghasilkan keputusan bahwa jadwal rapat reuni diadakan tiap minggu.

Sebelum pulang ternyata Nia mengajak untuk makan bareng. Ari dan Dika menyanggupi, satu lagi pemandangan yang dilihat Dika bahwa Nia lebih memilih bersama Ari dibanding Dika, dan puncaknya saat di kafe tanpa disengaja atau tidak mereka duduk bersebelahan karena memang kebetulan kafe sedang penuh.

Saat pulang, Ari menyembunyikan sesuatu dari Dika, dan Dika berpikir bahwa Ari akan mampir ke rumah Nia. Karena rasa ingin tau akhirnya Dika secara memaksa agar ikut pula ke rumah Nia dan sesampainya di rumah Nia ternyata Ari sangat dekat dengan adik Nia dan itu membuat Dika semakin yakin bahwa ada sesuatu diantara mereka. Namun karena tidak ingin terburu-buru menanyakan hal itu.

Dika mulai mengamati tingkah laku mereka berdua dan Dika sekali lagi berusaha menjadi “pengacau” agar mereka tidak terlalu dekat.

Pukul 21.00 akhirnya Dika dan Ari pulang, Nia terlihat berbeda ketika Ari ingin pulang seperti terkesan dekat sekali. Sesampainya di rumah, Dika langsung mengutarakan perasaannya dan curhat kepada Ari bahwa dia memendam perasaan kepada Nia. Awalnya, Ari tidak menjawab sms dari Dika dan seperti ada yang ditutupi darinya, tapi perlahan Ari merespon dengan jawaban yang kurang pasti seperti “oh gitu ya, hmmm, dan Ok”.

Akhirnya, setelah hampir seminggu Ari mengatakan bahwa dia sudah dekat dengan Nia sekitar 2 bulan setelah putus dari Dani, Ari bercerita bahwa dia dijadikan tempat curhat dan pemberi nasihat oleh Nia.

Dika mulai merasakan Deja Vu, pada saat SMA pun Ari terkesan seperti TMT dengan menjalin hubungan dengan Ika yang notabene disukai Dika walaupun memang Ika ternyata menyukai Ari. Dika mulai gelisah, sedih dan trauma kejadian di SMA akan terulang lagi, Ari juga bilang kalauo Nia merasa bahwa Ari telah menyelamatkannya dari keterpurukan akibat putus dari Dani setelah menjalin hubungan 6 tahun.

Untuk itulah Nia mulai mengagumi Ari, Ari juga sebenarnya menyukai Nia. Tetapi karena Dika sudah terlanjur berkata bahwa dia menyukai Nia maka Ari pun mulai mengendurkan niatnya untuk lebih serius dengan Nia karena takut melukai perasaan Dika.

Setelah semuanya terkuak, Dika mulai menghindar dan mengasingkan diri dari Nia n Ari karena takut akan trauma masa SMA dulu terjadi lagi. Dika menghilang cukup lama sehingga membuat Ari n Nia bingung karena mereka juga tak bisa membohongi perasaan klo mereka saling suka. Rapat reuni sudah 2 kali Dika absen karena berbagai alasan dan memang untuk menghindari Ari n Nia. Semakin panas karena Dika menumpahkan segala kesedihannya ke dalam tulisan,puisi dan status bernada kesedihan serta menyindir Ari dengan “TMT, Persahabatan atau Cinta, dan Arti Sahabat”….merasa gerah dengan apa yang dilakukan Dika, Ari pun menanyakan Dika mengapa dia melakukan itu. Dika menjawab dengan diplomatis itu hanya ungkapan saja dan tidak bermaksud menyindir siapapun.

Bahkan Nia pun menanggapinya dengan nada menyindir bahwa dia berteman dengan orang gila. Tentu saja Dika semakin hancur dan menantang Ari untuk membeberkannya secara gamblang. Sabtu pukul 18.05 Ari mengirim pesan ke Dika “Cuy, kenapa cih lo ngomong gitu??”

Dika membalas “kenapa lo?? Merasa kesindir??”

Ari menjawab lagi “Cuy, mendingan kita ketemuan yuk dan kita omongin sama-sama!!”

Dika menjawab lagi “ngapain, nggak penting urusin aja tuh Nia lo ntar dia marah lagi!!!”

karena Ari merasa kalau kejadian ini mirip seperti waktu di SMA ketika itu pula Dika menghilang dari kehidupan Ari dan memilih berjalan sendiri karena Ari telah “merebut” Ika darinya dan Ari pun merasakan betapa kehilangan Dika pada saat itu maka Ari berkata “Cuy, klo keadaannya gini gw juga ga tau harus gimana lagi, Nia bilang klo dia cuma anggap lo sahabatnya” Dika menjawab “gw dah tau kok, udah ga usah ngurusin gw lagi…buang-buang waktu lo aja ngurusin orang kaya gw, sekarang gw mau jalanin kehidupan gw yang normal lagi”

Ari dengan nada memohon berkata “Cuy, klo gw punya salah please maafin gw karena gw nggak mau kehilangan lo lagi untuk kedua kalinya…lo sahabat gw dari kecil sampai sekarang..klo perlu gw sujud di hadapan lo deh supaya gw dimaafin ma lo, please cuy gw nggak mau kaya gini!!”

Dika menjawab ”emangnya gw Tuhan, pakai sujud-sujud ke gw!! Dah kok gw baik-baik aja, dah klo emang lo benar-benar menginginkan dia lo lanjutin aja gw cih gampang…nggak usah mikirin gw, dan perlu dicatat ya gw tetep sahabat lo kok apapun yg terjadi”

Ari menjawab lagi “ Tetep aja gw bisa,,,klo begini kejadiannya gw mendingan lebih milih lo daripada dia”…..

Dika pun tetap pada pendiriannya untuk menghindar dulu dari Ari dan Nia, banyak yang dilakukan Dika setelah rahasia itu terungkap. Dika menghubungi Fitri salah satu sobatnya di SMA dan merupakan tiga sobat yaitu Ari, Dika dan Fitri…fitri selalu menjadi tempat berkeluh kesah dan pendengar yang baik.

Panjang lebar Dika menceritakan kepada Fitri dan meminta pendapat tentang “pelarian” Dika untuk tidak berhubungan dengan Ari dan Nia. Fitri pun memberikan tanggapan yang nadanya mendukung Dika “Hmmm,susah juga ya. Kasian juga lo Dik disalip mulu ma Ari..hahahaha sorry becanda..menurut gw cih itu tergantung keputusan Ari, tapi klo gw jadi Ari gw pasti akan memilih lo karena gw nggak mau nyakitin sahabat gw untuk yang kedua kalinya…pokonya tenang aja gw pasti akan selalu mendukung lo…ntar biar gw yang ngomong ma Ari dan Nia.

Sekarang lo berusaha biasa aja sama Nia toh klo emang dia jodoh buat lo nggak akan kemana” begitu isi message Fitri di FB. Setelah mendapat saran dari Fitri, Dika mulai menata kembali hubungan dengan Ari dan Nia walaupun itu berjalan alot dan penuh liku.

Selama proses berjalan, Dika baru tau ternyata Ari masih menjalani hubungan dengan Vina sahabatnya sewaktu di SD. Ini membuat Dika semakin ingin tau tentang apa yang dilakukan Ari.

Usut punya usut ternyata Ari sedang mengalami krisis hubungan dengan Vina dan karena itulah Ari berpaling ke Nia. Akhirnya dengan dalih menyelamatkan Vina maka Dika memberi tahu yang sebenarnya terjadi, di sini Dika bertindak untuk dirinya dan sahabatnya Vina yang sudah menjalin hubungan dengan Ari selama setahun.

Waktu berjalan, Vina “melabrak” Nia bahwa jangan menggangu hubungan orang dan akibatnya Ari dan Nia menjaga jarak dulu. Dika sempat bertanya apakah dia sudah putus dengan Vina dan dia menjawab “sebenarnya gw dah mau putus ma dia, tapi Vina ngancem mau bunuh diri…makanya gw bingung cuy” tapi dia pernah bilang klo dia sudah putus…dan parahnya lagi Nia mengetahui Ari sudah putus dari Vina dan karena itulah Nia berani menjalin hubungan dengan Ari.

Tujuan Dika semakin jelas yaitu menyelematkan Vina dan juga mencegah hubungan Ari dan Nia berlanjut….karena berbagai alasan maka Ari dan Nia mulai menjauh dan hubungan dengan Vina semakin membaik.

Ada perasaan senang sekaligus sedih karena di sisi lain Dika senang karena hubungan Nia dan Ari menjadi buruk, tetapi kabar baiknya bahwa hubungan Vina semakin membaik dengan Ari karena Vina sudah mau memperbaiki kesalahannya dan berjanji akan menjadi lebih baik lagi.

Sabtu malam Dika berkunjung ke rumah Ari. Awalnya ada perasaan yang mengganjal, tetapi lama kelamaan suasana menjadi cair karena masalah yang dulu tersembunyi kini telah terungkap.

Dika dan Ari saling bermaafan atas kesalahan mereka masing-masing. Dan bersamaan dengan itu Ari mengungkapkan yang sebenarnya terjadi antara dia dan Nia setelah kejadian itu berlangsung.

Ari berujar bahwa hubungan dia dengan Nia nggak akan pernah berlanjut, bukan karena alasan tentang Dika atau masalah dengan Vina tetapi karena Nia pernah berkata bahwa orang tuanya sudah mendorongnya untuk menikah sedangkan Ari sendiri masih mengawali karirnya di perusahaan farmasi dan itu membuat Ari mengurungkan niatnya karena belum siap secara mental dan materi, tetapi ada satu hal lagi yang dikatakan Ari bahwa ada hal yang tidak bisa ditolerir Ari dari Nia sebagai laki-laki dia tidak bisa menerimanya dan hal itu yang dikatakan Nia kepada Ari untuk kelanjutan hubungan mereka tapi ternyata Ari tidak sanggup menerimanya.

Dika menanyakan hal tersebut tetapi Ari sudah berjanji untuk tidak mengatakannya kepada siapapun.

Saat itu pula Ari merasa dirinya lah yang bersalah karena terlalu memaksakan kehendak dan berterimakasih kepada Dika karena telah menyelamatkan cintanya, persahabatannya dan juga hidupnya.

Tetapi walaupun sudah tidak menjalin hubungan yang serius lagi dengan Nia tetapi Ari dan Dika tetap bersikap biasa seperti saat pertama kali bertemu dan bahkan sekarang menjadi sahabat.

Mereka semakin akrab bahkan saat Nia memperkenalkan pacarnya, Ari dan Dika terlihat bahagia melihat Nia sangat menikmati kehidupannya sekarang. Ari, Dika, dan Nia menyadari bahwa kasih sayang memang terkadang tak harus memiliki seutuhnya dan itu bisa terjadi kepada siapa saja termasuk kepada sahabat. Dan sesekali saat mereka berkumpul, mereka selalu ingin tertawa mengingat-ingat kemelut yang pernah terjadi kepada mereka tetapi karena pengertian dan kasih sayang akhirnya mereka menemukan kebahagiaan mereka walaupun harus melalui cara yang tak terduga seperti itu.

Kehidupan mereka berlanjut seperti biasanya berkumpul untuk sekedar makan bareng atau karaoke. Mereka pun sukses menyelenggarakan reunian di sekolah mereka.